Mengapa Negara Asia Tenggara Tak Termakan Hasutan Trump Larang Huawei

Mengapa Negara-negara di Asia Tenggara Tak Termakan Hasutan Trump untuk Blokir Huawei?

Eskalasi perang dagang pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok terus memanas dan memakan korban, salah satunya perusahaan teknologi Huawei.

Pemerintah AS mencekal dan melarang Huawei untuk berbisnis di negara dan memasukan Huawei ke dalam daftar hitam.

Bahkan, AS meminta sejumlah negara sekutunya untuk melakukan pelarangan atas penggunaan perangkat Huawei. Australia, Selandia Baru, Jepang, sampai Inggris pun mengikuti perintah pemerintah AS tersebut.

Pemerintah AS beralasan perangkat Huawei memiliki celah keamanan yang besar dan mengancam keamanan negara.

Meski demikian, sejumlah negara-negara Asia terutama Asia Tenggaran justru mengabaikan hasutan Presiden AS Donald Trump untuk menggunakan Huawei dan tetap menjalin kerja sama dengan Huawei.

Sebagian besar negara di Asia Tenggara seperti Filipina bahkan telah melakukan uji coba jaringan 5G dengan menggunakan perangkat Huawei. Tak hanya itu, Huawei juga dipercaya sebagai vendor sistem pengawasan berbagai kota.

Baca Juga:  iPhone XR vs iPhone 8 Plus, Inilah Kelebihan dan Kekurangannya

Brian Harding dari Center for Strategic and International Studies, Washington, AS, mengatakan negara-negara di Asia Tenggara menanggapi dingin seruan Trump. Hal itu mengindikasikan pengaruh AS di wilayah Asia Tenggara makin redup.

“Ada keraguan apakah argumen AS tentang kejahatan Huawei dan hubungannya dengan pemerintah Tiongkok benar-benar valid,” kata Brian Harding seperti dikutip Los Angeles Times.

Sejauh ini, masih belum ada negara Asia Tenggara yang melakukan pemboikotan terhadap Huawei.

Menurut analis, negara-negara di Asia Tenggara mempercayai teknologi Huawei dan menganggapnya setara dengan produk jaringan ternama seperti Nokia dan Ericsson.

Tak hanya itu, perangkat Huawei juga menawarkan harga 20 sampai 30 persen lebih murah dibandingkan kompetitornya.

Baca Juga:  6 Game Terbaik yang Diharapkan Muncul di Nintendo Switch Online

“Huawei membangun reputasinya sebagai value-for-money untuk pasar perangkat jaringan yang menarik bagi pasar (negara) berkembang,” ucap John Ure, Direktur Telecommunication Research Project di University of Hong Kong.

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad sendiri mengatakan bahwa negaranya akan menggunakan teknologi Huawei dalam berbagai aspek.

Sementara Singapura masih belum memutuskan akan menggunakan teknologi jaringan 5G milik vendor mana.

Faktor lainnya yang membuat negara di Asia Tenggara tidak memboikot Huawei dikarenakan investasi perusahaan Tiongkok sangat dibutuhkan untuk mendorong perkembangan teknologi bagi negara berkembang.

Selain itu, Huawei juga menawarkan solusi teknologi untuk bidang kesehatan sampaismart city dalam paket lengkap.

Artikel Asli

Sepasang Pelajar yang Video Mesumnya Viral di Internet Sudah Dinikahkan
Sepasang Pelajar yang Video Mesumnya Viral di Internet Sudah Dinikahkan
Ilustrasi situs porno atau pornografi di internet.
Abaikan Diskon Tarif, Kominfo Siap Blokir Aplikasi Ojol
Abaikan Diskon Tarif, Kominfo Siap Blokir Aplikasi Ojol
Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki) Kementerian Komunikasi
Ingin Diedit Biar Tak Seperti Kuli, Pria Ini Jadi Bintang Baru
Ingin Diedit Biar Tak Seperti Kuli, Pria Ini Jadi Bintang Baru
Netizen ini minta diedit biar tidak kelihatan
PUBG Offline, Ini Penjelasannya
PUBG Offline, Ini Penjelasannya
PUBG Mobile. ©2019 Merdeka.com Merdeka.com – Server
Must read×

Top