Ibu Bocah Pencuri Uang Nasabah di ATM Hanya Tahu Anaknya Jualan Wafer

In Umum 183 views
KOMPAS.com/Hendra Cipto
Aksi dua bocah belasan tahun memereteli uang nasabah di salah satu ATM di Kota Makassar.

MAKASSAR, KOMPAS.com – Kedua ibu bocah yang mencuri uang nasabah di ATM mengaku tidak mengetahui tindakan anaknya selama ini. Mereka hanya mengetahui, anaknya menjual wafer di jalanan.

Karena itu, kedua orangtuanya terpukul dan menangis begitu mengetahui anaknya diamankan di markas Polsekta Tamalanrea.

SW (26), orangtua dari WE (11) mengatakan, sang anak berjualan wafer untuk membantu biaya kebutuhan sehari-hari.

Namun pernah suatu hari sang anak membawa uang Rp 300.000 ke rumah. SW kemudian menanyakan sumber uang itu dan WE menjawab uang tersebut ia temukan di mesin ATM. 

“Saya tidak tahu, kemarin memang bawa pulang uang Rp 300.000. Tapi dia cuma bilang uang itu dia dapat dari mesin ATM, uangnya mahasiswa ketinggalan,” katanya.

Kepala Polsekta Tamalanrea, Kompol Syamsul Bachtiar mengatakan, kasus pencurian uang nasabah di ATM telah diambil alih Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar.

Baca Juga:  Polemik WNI Pertama yang Mendaki Everest: Ada Clara Sang Wanita Baja

Dari hasil pemeriksaan Polsekta Tamalarea, Kamis (27/4/2018), kedua bocah itu sudah tiga kali melakukan aksi pencurian uang nasabah di ATM.

Modusnya berpura-pura menyampaikan bahwa mesin ATM rusak setelah nasabah memasukkan kartu dan nomor pin kartu ATM.

Dua pelaku ini bekerja sama saling berbagi peran. Saat korbannya usai memencet pin kartu di gerai ATM Center, pelaku pertama mendekat dan menyampaikan mesin ATM itu rusak dan diarahkan ke mesin sebelah.

Tapi korban tidak pindah. Disaat bersamaan, pelaku kedua memencet mesin ATM. Saat uang diproses, pelaku pertama bertepuk tangan untuk buat keributan dan korban tidak fokus mendengar suara mesin berproses.

“Karena kartu ATM keluar, korban pun buru-buru pergi karena mengira mesin ATM-nya memang rusak,” ungkapnya.

Baca Juga:  Prabowo: Banyak yang Enggak Suka Sama Saya, Emang Gue Pikirin

Teknik pencurian yang dilakukan dua bocah ini, tambah Syamsul, seperti orang yang benar-benar pengalaman. Dengan begitu, proses hukum kasus ini dilanjutkan dengan mengedepankan UU Perlindungan Anak.

“Karena masih di bawah umur, pendekatan hukumnya mengacu pada UU No 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak. Sangkaan pelanggaran pidananya tetap pasal pencurian di KUHP tapi proses peradilannya gunakan UU No 11 Tahun 2012,” tambahnya.

Kasus ini terbongkar setelah seorang dosen Universitas di Kota Kendari, Febrianti (28) menjadi korban dan melaporkan kasus tersebut ke polisi dengan bukti rekaman video kamera CCTV ATM BRI.

Febriati baru menyadari uangnya terkuras saat pagi harinya kembali ke ATM BRI dan tertulis saldo sudah tidak mencukupi untuk penarikan.

Penulis: Kontributor Makassar, Hendra Cipto Editor: Reni Susanti

Selebaran Halal Bi Halal Akbar 212 di Sekitar MK, Polisi Tak Beri Izin
Selebaran Halal Bi Halal Akbar 212 di Sekitar MK, Polisi Tak Beri Izin
Selebaran Halal Bi Halal Akbar 212. VIVA – Beredar
Kota Sorong Mencekam, Massa Blokir Jalan dan Lakukan Pembakaran
Kota Sorong Mencekam, Massa Blokir Jalan dan Lakukan Pembakaran
Situasi Kota Sorong tepatnya di daerah Sorpus
Menjelang Putusan Sidang MK, Melihat Peluang Menang Kubu Prabowo
Menjelang Putusan Sidang MK, Melihat Peluang Menang Kubu Prabowo
Kuasa hukum Calon Presiden dan Wakil Presiden
Must read×

Top