Heboh Doktrin Kiamat di Ponorogo: Jual Rumah & Ternak, Pindah ke Malang, hingga Beli Pedang 1 Juta

Beredar kabar yang menyebutkan 52 warga Desa Watubonang, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo, pindah mendadak ke Malang karena isu kiamat sudah dekat. Hal tersebut dibenarkan oleh perangkat desa, Sogi. Bukan hanya pindah, warga juga menjual rumah dan aset berupa rumah dan ternak yang mereka miliki. Sebenarnya, apa yang melatarbelakangi hal ini? Simak penjelasan lengkap soal doktrin kiamat sudah dekat ini. 

1. Kronologi Pindahnya 52 Warga Ponorogo ke Malang karena Isu Kiamat

Bupati Ponorogo Ipong Muchlisoni
Bupati Ponorogo Ipong Muchlisoni

Menurut bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, warga mulai pindah ke Malang setelah ada satu orang yang menyebarkan isu kiamat dari rumah ke rumah sejak dua bulan yang lalu. Warga juga diminta untuk menjual aset yang mereka miliki untuk bekal di akhirat atau dibawa dan disebarkan di pondok. Warga dibuat percaya bahwa mereka tidak akan terkena kiamat jika bergabung. Untuk lebih lengkapnya, simak kronologi awal munculnya isu tersebut di sini. 

2. Puluhan Warga Ponorogo Pindah ke Malang Bukan karena Fatwa Kiamat

Ilustrasi kiamat.| http://www.evogood.com
Ilustrasi kiamat.| http://www.evogood.com

Menanggapi hal ini, Camat Kasembon, Kabupaten Malang, Hendra Trijahjono membantah hal tersebut. Beliau membenarkan ada Jemaah di sana, tapi berkaitan dengan persiapan menjelang bulan Ramadhan. Hal ini juga sudah dikonfirmasi kepada Gus Muhammad Romli, pemimpin pesantren Miftahul Falahil Mubtadiin di Dusun Pulosari, Desa Sukosari, Kasembon, Kabupaten Malang. Pesantren ini juga sudah mengeluarkan imbauan dan bantahan terhadap isu tersebut. Untuk lebih jelasnya, bisa dibaca di sini duduk perkara kasus ini. 

Pengurus Pondok Pesantren Miftahul Falahil Mubtadiin memberikan keterangan kepada pers terkait informasi yang beredar di WA. (FOTO: Muhammad Dhani Rahman/Times Indonesia)
Pengurus Pondok Pesantren Miftahul Falahil Mubtadiin memberikan keterangan kepada pers terkait informasi yang beredar di WA. (FOTO: Muhammad Dhani Rahman/Times Indonesia)

Polres Batu juga membantu meluruskan simpang siur ini. Kapolres Batu, AKBP Budi Hermanto SIK MSi menjelaskan bahwa kabar tersebut adalah hoaks dan menimbulkan ketakutan, serta merugikan pondok pesantren. Beliau juga menjelaskan soal aktivitas di pondok pesantren tersebut. Selebihnya bisa dibaca di sini. 

Baca Juga:  KPK Punya Rekaman Video Wawan Check-In dengan Artis di Hotel Bandung

3. Terungkap Sosok Penyebar Isu Kiamat Sudah Dekat

Inilah salah satu rumah warga Desa Watu Bonang, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo yang dijual pemiliknya senilai Rp20 juta untuk dijadikan bekal pindah ke Malang. Warga nekat menjual rumahnya setelah termakan isu kiamat dari tokoh Toriqoh Musa, Katimun. (KOMPAS.com/MUHLIS AL ALAWI)
Inilah salah satu rumah warga Desa Watu Bonang, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo yang dijual pemiliknya senilai Rp20 juta untuk dijadikan bekal pindah ke Malang. Warga nekat menjual rumahnya setelah termakan isu kiamat dari tokoh Toriqoh Musa, Katimun. (KOMPAS.com/MUHLIS AL ALAWI)

Menjadi polemik, akhirnya terungkap sosok yang menyebarkan isu kiamat sudah dekat ini. Menurut Ipong Muchlissoni, ajaran dibawa oleh warga bernama Katimun setelah selesai menimba ilmu di Malang dua bulan lalu. Katimun sendiri mendatangi rumah-rumah dan memengaruhi warga untuk mengikuti ajaran yang dianutnya. Simak fakta selengkapnya soal sosok Katimun dan ajarannya di sini. 

4. Warga Diminta Jual Rumah dan Harta, Serta Beli Pedang 1 Juta

Selain menjual rumah dan harta karena isu kiamat, sebanyak 52 warga di Ponorogo diminta untuk menyiapkan senjata atau pedang.
Selain menjual rumah dan harta karena isu kiamat, sebanyak 52 warga di Ponorogo diminta untuk menyiapkan senjata atau pedang.

Dalam ajarannya ini, Katimun meminta warga untuk menjual rumah dan harta yang mereka miliki. Hasil penjualan ini nantinya disebut akan menjadi bekal di akhirat. Selain itu, warga juga harus membeli pedang seharga Rp1 juta atau menyiapkan senjata di rumah. Lalu, mereka diajak pindah ke Malang karena akan terhindar dari kiamat. Selengkapnya bisa dibaca di sini. 

Percaya dengan ajaran tersebut, warga pun menjual rumah dan harta mereka dengan harga murah. Ada yang menjual rumah dan tanah seharga Rp20 juta, dan kandang sapi beserta sapi seharga Rp8 juta. Untuk lebih jelasnya bisa dibaca di sini. 

Seorang warga bernama Sumono seolah mendapat berkah dari isu ini karena berhasil membeli rumah dengan harga murah, yaitu Rp20 juta. Sumono membeli rumah milik Marimun dan Sriyanti yang masih berkerabat dengannya. Untuk lebih lengkapnya, bisa dibaca di sini. 

Thoriqoh Musa Katimun meyakini bahwa kiamat sudah sangat dekat. (Ilustrasi) (Pixabay via Tribun madura)
Thoriqoh Musa Katimun meyakini bahwa kiamat sudah sangat dekat. (Ilustrasi) (Pixabay via Tribun madura)

Bukan hanya itu saja, doktrin ini juga menyuruh jemaahnya agar tidak membiarkan anaknya bersekolah. Jika ada anggota keluarga yang tidak mau ikut, bisa dikafirkan, termasuk orangtua sendiri. Fatwa lengkap ajaran Katiman bisa dibaca di sini. 

Baca Juga:  Sejarah Delta Djakarta: Produsen Anker Bir Sejak Zaman Belanda

5. Dampak Percaya Isu Kiamat Sudah Dekat, Suami Tinggalkan Istri

Salah satu rumah yang ditinggalkan karena isu kiamat. Dok: Beritajatim
Salah satu rumah yang ditinggalkan karena isu kiamat. Dok: Beritajatim

Dampak isu ini dirasakan oleh Katiyem. Beliau menyebutkan bahwa menantunya meninggalkan putrinya tanpa alasan yang jelas sejak Senin (4/3) pukul 22.00. Putrinya hanya diberi pesan bahwa suaminya akan menyusul rombongan lain yang sudah lebih dulu berangkat. Simak cerita sedih Katiyem selengkapnya di sini. 

6. Isu Kiamat Sudah Dekat, Anak-anak TInggalkan Sekolah & Terancam Tidak Ikut UN

Salah satu guru SDN 2 Watubonang, mengungkapkan ada 10 siswanya yang absen di sekolah karena mengikuti orangtua pindah ke Malang. Mereka tidak pamit secara resmi dan tidak mengurus kepindahan. Taman, guru tersebut, menyebut muridnya menghilang begitu saja. Baca cerita Taman selengkapnya di sini. 

Lebih jauh lagi, dari sepuluh siswa, tiga di antaranya duduk di kelas 6 SD sehingga mereka terancam tidak bisa mengikuti ujian nasional karena lama tidak masuk sekolah. Fakta lengkapnya bisa dicek di sini. 

7. MUI Beri Peringatan Agar Tidak Mudah Percaya Isu Kiamat

Salah satu rumah warga Badegan, Ponorogo yang ditinggal pergi oleh pemiliknya diduga isu kiamat. Foto: Dok. Beritajatim.com
Salah satu rumah warga Badegan, Ponorogo yang ditinggal pergi oleh pemiliknya diduga isu kiamat. Foto: Dok. Beritajatim.com

Ketua Majlis Ulama Indonesia Jawa Timur, Abdussomad Buchori mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya akan isu kiamat ini. Terlebih, hingga saat ini perkara kiamat masih di luar nalar manusia. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk selektif dan kritis dalam memilih guru spiritual. Baca imbauan MUI selengkapnya di sini. 

MUI Kaji Fatwa Haram Gim PUBG, Perlukah?
MUI Kaji Fatwa Haram Gim PUBG, Perlukah?
Menteri BUMN Rini Soemarno (tengah) disaksikan Direktur
Terkuak, Alasan Boeing Pasang Fitur yang Bikin Pilot 737 Max Bingung
Terkuak, Alasan Boeing Pasang Fitur yang Bikin Pilot 737 Max Bingung
Boeing 737 Max 8. Photo: Dokumentasi Lion Air.
Masih Rahasia, Tarif MRT Diumumkan Besok
Masih Rahasia, Tarif MRT Diumumkan Besok
Warga mencoba mass rapid transit (MRT) Jakarta.
Hingga Minggu Siang, Gempa Sudah 6 Kali Guncang Poso
Hingga Minggu Siang, Gempa Sudah 6 Kali Guncang Poso
Ilustrasi Gempa (Foto: Shutter Stock) Gempa mengguncang
Must read×

Top