Dua Penyakit yang Mengincar Korban Gua Thailand

In Umum 114 views

Seluruh korban yang terjebak di Gua Tham Luang, Thailand telah berhasil diselamatkan pada Selasa (10/7). Sebanyak 12 remaja anggota tim sepakbola Wild Boars bersama seorang pelatihnya sudah keluar dari gua setelah terjebak selama dua pekan.

Saat keluar dari gua para korban dilaporkan terlihat bahagia, dalam kondisi sehat, tidak demam, dan stabil secara mental.

Meski demikian, kondisi korban–khususnya anak-anak, masih dalam pantauan karena rentan menghadapi berbagai masalah kesehatan jiwa dan disik pasca mengalami kejadian yang traumatis.

Beberapa penyakit itu dikenal dengan istilah cave disease atau penyakit gua, seperti hipotermia dan histoplasmosis.

Hipotermia disebabkan oleh dinginnya suhu air yang merendam korban di dalam gua.

Sementara histoplasmosis bisa mengancam organ tubuh bagian dalam.

Baca Juga:  Sopir Mercy yang Sengaja Tabrak Pemotor di Solo, Resmi Jadi Tersangka Terancam 7 Tahun Penjara

Kotoran binatang seperti kelelawar misalnya, jika terhirup berlebihan di ruangan tertutup seperti gua bisa mengakibatkan penyakit pernapasan sampai pendarahan.

“Tetapi yang paling kami khawatirkan adalah infeksi. Ada berbagai macam penyakit di gua, dari kelelawar hingga air kotor. Segala sesuatu di sana sangat kotor,” kata seorang ahli medis yang tak ingin disebutkan namanya, dikutip dari Reuters.

Demi menghalau kekhawatiran tersebut, setelah keluar dari gua korban dikarantina di Rumah Sakit Chiang Rai selama sekitar satu minggu.

Para dokter kini tengah melakukan serangkaian pemeriksaan mulai dari tes darah hingga X-ray.

Dari hasil itu, diketahui dua orang anak-anak tersebut mengidap pneumonia atau infeksi paru-paru.

Sekretaris Kesehatan Publik Thailand Jesada Chokedamrongsuk mengatakan semua anak-anak itu diberikan antibiotik dan menerima beberapa vaksin seperti tetanus dan rabies.

Baca Juga:  Mahfud MD Tanggapi soal Orang Gangguan Jiwa yang Dapat Hak Pilih di Pemilu 2019

“Mereka dalam kondisi sehat dan suasana hati yang baik. Mereka merindukan rumah dan mereka bahagia,” kata Chokedamrongsuk.

Selain ancaman infeksi, anak-anak ini juga menghadapi risiko gangguan kesehatan jiwa mulai dari insomnia, stres dan depresi pascatrauma.

Anak-anak itu kini tengah menjalani tahapan pemulihan yang berbeda-beda.

Beberapa anak sudah menyesuaikan diri dengan pencahayaan normal dan beberapa diantaranya masih menggunakan kacamata hitam.

Anak-anak itu kini berada dalam satu ruangan yang sama di RS Chiang Rai.

Pelatih dan empat penyelam yang menyelamatkan mereka juga berada di rumah sakit yang sama.

Prabowo: Lo Punya Gelar Ekonomi, Tapi Lo Bikin Ekonomi Kacau
Prabowo: Lo Punya Gelar Ekonomi, Tapi Lo Bikin Ekonomi Kacau
Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto kembali
Awas Hoaks: Tiket Kereta Rp21 Ribu hingga LRT Indonesia Paling Mahal
Awas Hoaks: Tiket Kereta Rp21 Ribu hingga LRT Indonesia Paling Mahal
Penyebaran berita jadi kian cepat seiring dengan
Kronologi Pria yang Terjun Bebas dari Gedung Transmart
Kronologi Pria yang Terjun Bebas dari Gedung Transmart
Pria lakukan bunuh diri | www.instagram.com Seorang
Digaji Rp6 Juta Per Bulan, Ridwan Kamil: Saya Bukan Cari Nafkah
Digaji Rp6 Juta Per Bulan, Ridwan Kamil: Saya Bukan Cari Nafkah
Gubernur Jabar Ridwan Kamil. SINDOnews/Agung Bakti Sarasa
Must read×

Top