16 Jam mengungkap kasus peluru nyasar di gedung DPR

In Umum 62 views
Dua tersangka peluru nyasar di DPR RI. ©2018 Merdeka.com/Ronald
16 Jam mengungkap kasus peluru nyasar di gedung DPR. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta mengatakan, saat di lokasi kepolisian menemukan dua proyektil peluru. Dari sisa itu, kepolisian melihat lokasi sekitar dan didapatkan peluru berasal dari lapangan tembak.

Polisi tak membutuhkan waktu lama mencari pelaku penembakan di gedung DPR, Senin (15/10) kemarin. Polisi langsung bergegas melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta mengatakan, saat di lokasi kepolisian menemukan dua proyektil peluru. Dari sisa itu, kepolisian melihat lokasi sekitar dan didapatkan peluru berasal dari lapangan tembak.

“Kami melakukan pengecekan karena arahnya itu dari arah jalan yang sejajar dengan lapangan tembak. Di mana di lapangan tembak tersebut kami melakukan komunikasi dengan Perbakin dan pada saat itu hanya ada dua orang yang melakukan latihan yaitu berinisial I dan R,” kata Nico di Mapolda Metro Jaya, Selasa (16/10).

Nico mengatakan, dari data yang didapatkan bahwa ada dua orang yang sedang latihan. Keduanya latihan menggunakan dua tipe senjata berbeda.

“Mereka datang kurang lebih 11.30 WIB, kemudian mereka mengambil senjata dan melaksanakan latihan. Dengan rencana awal melakukan penembakan dengan peluru 50 x 9, 450 peluru. Kemudian senjata yang digunakan ada dua tipe. Yang pertama adalak Glock 17 kaliber 9 mm kemudian juga ada pistol jenis AKAI Custom 1911 jenisnya. ini kaliber 40,” ujarnya.

Baca Juga:  Gerindra tak percaya peserta IMF-Bank Dunia bayar hotel dan makan sendiri

Penetapan tersangka

Nico melanjutkan, pihak bekerjasama sama dengan Tim Labfor Polri. Hal ini untuk mencocokkan temuan proyektil dengan senjata yang digunakan oleh kedua tersangka. Alhasil, peluru tersebut identik dengan senjata Glock 17.

“Hasilnya bahwa anak peluru yang ditemukan di kamar 1313 dan 1601 identik berasal dari senjata Glock 17 itu. Labfor bekerja hampir 16 jam,” kata Nico.

Dari hasil itu, keduanya ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 1 ayat 1 UU Darurat No 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

“Kita amankan satu pucuk senjata api jenis Glock 17, 9 x 19, buatan Austria warna hitam coklat, tiga buah magazine berikut kotak peluru ukuran 9 x 19. Kita juga amankan satu pucuk senjata api merek AKAI Custom buatan Austria, kaliber 40 warna hitam, dua buah magazine berikut kotak peluru ukuran 40,” pungkasnya.

Baca Juga:  Anggodo Widjojo, Sosok Polemik Cicak vs Buaya Meninggal Dunia

Polisi sebelumnya menetapkan dua orang sebagai tersangka kasus peluru nyasar ke Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (15/10) kemarin. Dua tersangka tersebut berinisial IAW, warga Tangerang Selatan dan RMY, warga Duren Sawit, Jakarta Timur.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti dipakai tersangka saat kejadian. Yakni sepucuk senjata api jenis Glock 17, 9 x 19 milimeter, buatan Austria warna hitam cokelat. Tiga magazine berikut kotak peluru ukuran 9 x 19 milimeter.

Para pelaku terancam Pasal 1 ayat 1 undang darurat Nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Kubu Prabowo: Steven Watson yang Hadir di Debat Capres, Bukan Konsultan Donald Trump
Kubu Prabowo: Steven Watson yang Hadir di Debat Capres, Bukan Konsultan Donald Trump
bule di debat capres perdana. ©2019 Merdeka.com/twitter 
Jokowi: Saya Dulu Hidup di Pinggir Kali, Orang Tua Saya Susah
Jokowi: Saya Dulu Hidup di Pinggir Kali, Orang Tua Saya Susah
Presiden Joko Widodo menyapa warga sekitar Tambora
Lagi Asyik Berenang, Bocah 10 Tahun Tenggelam di Kali Bekasi
Lagi Asyik Berenang, Bocah 10 Tahun Tenggelam di Kali Bekasi
Kali Bekasi kembali merenggut korban jiwa. BEKASI
Must read×

Top