4 Pelatih Berdarah Indonesia yang Sukses di Liga Top Eropa

In Featured, Olahraga 74 views
  • Ada beberapa pelatih berdarah Indonesia yang kini melatih sebuah klub Eropa.
  • Bahkan, salah satunya berhasil membawa timnya merebut gelar juara. Siapa saja mereka?

Indonesia memang bukan negara yang memiliki tradisi sepakbola yang mendunia. Namun Indonesia mempunyai pemain-pemain keturunan di sepakbola yang mendunia.

Meski di antara mereka memilih negara lain, nama Indonesia tetap saja membuat bangga. Beberapa nama di antaranya bahkan sanggup menembus tim nasional, khususnya negara-negara Eropa.

Selain pemain, ada juga pelatih-pelatih berdarah Indonesia yang menjadi juru taktik klub Eropa. Salah satunya adalah mantan striker Timnas Indonesia, Jhon van Beukering, yang melatih klub amatir Liga Belanda, MASV.

Sebelum Van Beukering, ada sejumlah nama pelatih keturunan Indonesia yang merintis karier di Eropa. Bahkan salah satunya berhasil membawa timnya merebut gelar juara. Siapa saja mereka? Berikut INDOSPORT mengulas 4 pelatih berdarah Indonesia di Eropa.

1. Andre Wetzel

Andre Wetzel.

Pelatih asal Belanda kelahiran Surabaya, Jawa Timur, 66 tahun silam ini tak terlalu diekspos saat masih menjadi pemain. Wetzel lebih sering memperkuat klub-klub Belanda, seperti  HFC Haarlem, FC Amsterdam, ADO Den Haag, dan SC Telstar. Dia pensiun jadi pemain pada tahun 1981.

Karier kepelatihannya dimulai pada tahun 1997 bergabung dengan ADO Den Haag sebagai asisten pelatih. Wetzel juga pernah menjadi pelatih muda Timnas Belanda dan pemandu bakat Feyenoord Rotterdam.

Baca Juga:  Kisah-Kisah Pilu di Balik Gemerlap Piala Dunia 2018

Karier terbaiknya saat menjadi pelatih adalah saat mengantarkan VVV-Venlo promosi ke kasta tertinggi Liga Belanda atau Eredivisie di musim 2006/07. 

Pelatih bertangan dingin ini juga sempat berkarier di Asia menjadi pelatih klub Uni Emirate Arab, Al- Jazira. Kini, Witzel masih aktif menjadi pelatih klub kasta ketiga Belanda, AFC Amsterdam.

2. Ricardo Moniz

Ricardo Moniz.

Ricardo Moniz merupakan pelatih asal Belanda kelahiran Rotterdam 53 tahun silam. Dia pernah menjadi pelatih teknik Tottenham Hotspur pada tahun 2005.Moniz juga pernah menjadi pelatih kepala klub Liga Inggris, Notts County, dan klub kasta tertinggi Liga Denmark, Randers FC. 

Moniz dikenal sebagai pelatih yang mampu mengangkat mental pemain-pemain muda. Robin van Persie, Edgar Davids dan Nigel de Jong merupakan contoh pemain hasil didikan Moniz. 

“Ketika prestasi sedang kendor, saya diam-diam berlatih dengan Ricardo,” ungkap Robin van Persie mengenai masa sulit di Feyenoord, dikutip dariSepakbolanda.com.

Ricardo Moniz memiliki darah Indonesia berasal dari ibunya yang lahir di Jakarta. Sementara ayah Moniz berasal dari Suriname.

3. Jos Luhukay

Jos Luhukay.

Jos Luhukay juga merupakan pelatih asal Belanda keturunan Indonesia. Ayah Josh adalah orang keturunan Ambon, sedangkan ibunya berasal dari Belanda. Pengalamannya di bangku teknik sudah dimulai sejak 20 tahun lalu dengan menangani tim divisi rendah Jerman, SV Straelen. 

Baca Juga:  Walaupun Eks Madrid, Gabung Barcelona Bukan Masalah untuk Di Maria

Sejumlah klub raksasa Jerman pernah menggunakan jasa mantan asisten Jupp Heynckes tersebut. Diantaranya Borussia Mönchengladbach, FC Augsburg, Hertha Berlin, dan VFB Stuttgart. Pada Januari 2018, Luhukay didapuk menjadi pelatih kepala klub divisi 2 Liga Inggris, Sheffield Wednesday.

Bahkan berkat tangan dingin dirinya, Sheffield Wednesday sempat menahan imbang klub Liga Primer Inggris, Swansea City 0-0 di babak kelima Piala FA Februari lalu. 

4. Giovanni van Bronckhorst

Giovanni van Bronckhorst.

Bukan rahasia lagi jika mantan pemain Barcelona dan Arsenal ini punya darah Indonesia yang mengalir dalam dirinya. Van Bronckhorst memiliki darah Indonesia berasal dari ibunya yang berasal dari Maluku Tengah bernama Fransien Sapulette.

Usai memutuskan gantung sepatu pada 2010 silam, Van Bronckhorst mengawali karier kepelatihannya dengan menjadi asiten pelatih Timnas Belanda U-21 dari tahun 2010 sampai 2011. Setelah itu, Van Bronckhorst kembali ke klub masa kecilnya, Feyenoord, juga sebagai asisten pelatih.

Pada tahun 2015, Van Bronckhorst naik jabatan sebagai pelatih kepala Feyenoord. Prestasi pelatih berusia 43 tahun di Feyenoord bisa dibilang sangat cemeralng. Di musim 2016/17, dia berhasil membawa Feyenoord meraih gelar Liga Belanda setelah 18 tahun lamanya.  

Mengungkap Jimat-jimat Pemain Bola Dunia
Mengungkap Jimat-jimat Pemain Bola Dunia
Piala Dunia Denmark vs Australia. ©REUTERS Merdeka.com
Siapakah yang Berlari Paling Cepat di Piala Dunia 2018? 
Siapakah yang Berlari Paling Cepat di Piala Dunia 2018? 
Siapakah yang Berlari Paling Cepat di Piala
Prediksi Iran Vs Portugal: Partai Hidup Mati
Prediksi Iran Vs Portugal: Partai Hidup Mati
Prediksi Iran vs Portugal (Liputan6.com/Trie yas) Liputan6.com,
Argentina Tumbang, Dua Pemain Baku Hantam?
Argentina Tumbang, Dua Pemain Baku Hantam?
Argentina Tumbang, Dua Pemain Baku Hantam? –
Must read×

Top