10 MVP Terbaik NBA Sepanjang Masa, Siapa yang Terbaik?

In Featured, Olahraga 75 views
nba.com

Penghargaan Most Valuable Player (MVP) ini pertama kali diberikan kepada Bob Pettit dari St Louis Hawks pada tahun 1956. Awalnya, penghargaan MVP dipilih oleh sesama pemain liga.

Tetapi dari musim 1979-1980 dan seterusnya, pemilih berasal dari kalangan wartawan koran dan reporter televisi, serta radio olahraga dari Amerika Serikat dan Kanada.

Kareem Abdul-Jabbar memiliki paling banyak penghargaan MVP dalam sejarah NBA dengan enam trofi. Tidak jauh di belakangnya ada Michael Jordan dan Bill Russell dengan lima penghargaan MVP. 

Sebelumnya, terdapat beberapa poin penilaian MVP. Di antaranya adalah rekor, keterampilan basket hingga dampak pemain terhadap tim. Jadi tanpa basa-basi lagi, ayo kita lihat siapa yang terbaik di antara yang terbaik.

10. Michael Jordan: 1995 – 1996

nba.com

Season Averages: 30.4 points (led the league), 6.6 rebounds, 4.3 assists, 2.2 steals, 49.5% shooting.

Semuanya berjalan dengan baik untuk Jordan pada musim 1995 – 1996 ini. Dia memenangkan MVP liga, dinobatkan sebagai MVP All-Star Game, Chicago Bulls memenangkan 72 pertandingan pada musim reguler dan dia memenangkan kejuaraan keempatnya. Luar biasa!

Yang membuat catatan Jordan menarik ialah, musim 1995 – 1996 adalah musim liga pertama setelah ia memutuskan untuk berhenti bermain basket. Selama dua tahun beristirahat, Jordan bermain di liga baseball minor, dilansir dari Nba.com

 Setelah kembali ke olahraga basket, kemampuannya mendominasi lapangan di tahun pertama setelah berhenti adalah rekor yang menakjubkan.

Alasan mengapa Jordan berada di daftar nomor 10 adalah, tim Chicago Bulls, berisi pemain-pemain hebat lain Scottie Pippen dan Dennis Rodman.

9. Oscar Robertson: 1963 – 1964

nba.com

Season Averages: 31.4 points, 11.0 assists (led the league), 9.9 rebounds, 48.3% shooting and 85.3 FT% (led the league)

Oscar Robertson secara resmi mencatat rata-rata triple-double* untuk satu musim hanya di tahun kedua penampilannya di NBA (1961-62). Meski begitu, ia selalu nyaris mencatat rata-rata triple-double dalam musim-musim berikutnya, dilansir dari Basketball-reference.com.

Pada tahun 1963-1964, ia membantu Cincinnati Royals mencetak 55 kemenangan dan 25 kekalahan sepanjang musim. Mereka akhirnya gagal melawan Boston Celtics di Final Wilayah Timur.

Robertson tercatat sebagi pemain yang mencatat rekor assist dan persentase lemparan bebas terbanyak. Ia juga menempati urutan ke-2 dalam mencetak poin dan urutan ke-9 dalam persentase poin lapangan.

*Triple-double: Sebuah istilah dalam permainan bola basket saat seorang pemain berhasil mencetak 2 digit angka (10 poin keatas) untuk 3 kategori pencapaian, misalnya 55 point, 12 rebound dan 10 assist.

8. Russell Westbrook: 2016 – 2017

nba.com

Season Averages: 31.6 points, 10.7 rebounds, 10.4 assists

Russell Westbrook menjadi pemain kedua dalam sejarah NBA dengan rata-rata triple-double selama satu musim reguler. 

Bagian luar biasa dari musim 2016 – 2017 ini adalah, umumnya, seorang pemain membutuhkan waktu istirahat di antara jumlah pertandingan tertentu. Namun bagi Westbrook, ia bermain di 81 dari 82 pertandingan.

Memang, Oklahoma City Thunder membutuhkan kontribusi triple-double Westbrook. Dari semua game yang ia mainkan, Oklahoma memenangkan 78,5% dari permainan mereka (33-9).

Meski Westbrook berpenampilan gemilang, rekornya itu tak mampu membantu Oklahoma City Thunder melangkah lebih jauh dari putaran pertama (first round) babak playoff. Timnya kalah dari Houston Rockets 1-4. Tahun itu, Golden State Warriors keluar sebagai juara NBA 2016 – 2017.

7. Kareem Abdul-Jabbar: 1970 – 1971

nba.com

Season Averages: 31.7 points (led the league), 16.0 rebounds, 3.3 assists, 57.7% shooting.

Kareem Abdul Jabbar mencatat rekor di atas pada usia 23 tahun untuk Milwaukee Bucks di musim kedua karirnya. Pencurian (steal) dan blok (block) bahkan tidak dihitung pada saat itu. 

Baca Juga:  Ironis, Pemain Tertajam di Skuat Inggris untuk Piala Dunia 2018 adalah Danny Welbeck

Dapatkah kamu bayangkan berapa banyak blok yang akan lakukan dengan mempertimbangkan fakta bahwa Jabbar melakukan rata-rata 2,6 blok selama 16 tahun?

Sungguh fantastis bagi Jabbar. Hanya dalam musim keduanya, ia mencatat kemenangan terbaik kedua per 48 menit dalam sejarah NBA dibandingkan dengan setiap musim MVP lainnya.

Apa yang membuat musim 1970 – 1971 lebih manis adalah, bahwa Bucks keluar sebagai juara NBA. Penghargaan MVP ini adalah yang pertama dari banyak lagi penghargaan individu Jabbar yang akan datang.

6. Wilt Chamberlain: 1959 – 1960

nba.com

Season Averages: 37.6 points (led the league), 27.0 rebounds (led the league), 2.3 assists, 46.1% shooting in 46.4 minutes (led the league)

Wilt Chamberlain telah memenangkan penghargaan MVP empat kali dalam karirnya. Masing-masing dari musim-musim itu, ia mencetak angka-angka yang luar biasa, dikutip dari Espn.com. Meski begitu, angka rata-rata musimnya untuk seorangrookie tidak pernah terdengar.

Apalagi terdapat fakta bahwa ia adalah satu-satunya rookie dalam sejarah NBA yang pernah bermain di liga MVP.

Menjadi seorang MVP di musim rookie-nya adalah alasan besar mengapa Chamberlain mendapatkan gelar MVP of The Year. Pada debutnya itu, ia mencatat 43 poin, 28 rebounds dan akurasi tembakan 63.0%. Jumlah angka yang besar itu akibat dari permainan cepat yang biasa diterapkan tim NBA di masa lampau.

5. LeBron James: 2008 – 2009

nba.com

Season Averages: 28.4 points, 7.6 rebounds, 7.2 assists, 48.9% shooting.

LeBron James tidak semuda Chamberlain atau Kareem saat meraih gelar MVP. Meski begitu, di usianya yang masih 24 tahun, dia benar-benar mendominasi liga NBA. ESPN mencatat, ia berada di posisi puncak PER (Player Efficiency Rating), posisi ke-2 mencetak poin terbanyak dan masuk 10 besar pember assists dan rebound terbanyak. 

Jika semua angka itu tidak cukup untuk menunjukkan betapa mengerikannya LeBron James, simak juga yang satu ini. Dia turut membawa Cleveland Cavaliers meraih 66 kemenangan NBA. Dia juga menjadi yang terbaik dan terbanyak dalam mencatak poin, rebound, assist, mencuri dan blok. Hanya ada empat pemain yang bisa melakukan semuanya dalam sejarah NBA.

Tahun 2008 – 2009 itu merupakan tahun MVP James yang pertama dari empat MVP yang ia koleksi.

4. Shaquille O’Neal: 1999 – 2000

nba.com

Season Averages: 29.7 points, 13.6 rebounds, 3.8 assists, 3.0 blocks, 57.4% shooting.

O’Neal adalah pemain basket yang paling mendominasi sepanjang sejarah NBA. Angka-angka statistik berbicara sendiri, dikutip dari Latimes.com. Jika rata-rata tidak cukup, voting MVP juga turut melegitimasi dominasinya.

Sebelum musim 1999 – 2000 bergulir, O’Neal telah membuktikan dirinya sebagai pemain ofensif yang dominan. Tetapi pada musim itu, dia benar-benar memamerkan kehebatannya dalam bertahan.

LA Times merilis, “Shaquille O’Neal, pemimpin Lakers, kekuatan pendorong dan inspirasi berusia 28 tahun, akan diumumkan sebagai pemain NBA 1999-2000 yang terbaik hari ini setelah menerima 121 dari 122 suara. Persentase tertinggi dalam sejarah 45 tahun penghargaan (MVP).”

Rata-rata 3.0 blok dalam satu game menjadi yang terbanyak ke-3 di liga NBA musim itu. Hal tersebut juga membuatnya mendapatkan tempat di First Team All-Defensive NBA. Penampilan gemilangnya membawa Los Angeles Lakers mencatat 67 kemenangan. Di tahun itu pula, O’Neal mengantar Lakers menjadi tim yang mengoleksi gelar juara NBA tiga kali berturut-turut.

Baca Juga:  Kisah Lionel Messi dan Istri Ini Jadi Bukti Cinta Sejati Itu Ada

3. Stephen Curry: 2015 – 2016

nba.com

Season Averages: 30.1 points (led the league), 5.4 rebounds, 6.7 assists, 2.1 steals (led the league), 50.4% shooting, 45.4% 3-point shooting and 90.8% FT shooting (led the league)

Stephen Curry merupakan satu-satunya pemain basket dengan gelar MVP melalui suara bulat pertama dalam sejarah NBA! Satu hal yang tidak bisa dinilai dengan rata-rata adalah, ia mencetak rekor 402 poin dari tembakan tiga angka musim 2015 – 2016.

Musim 2016 – 2017, statistik tembakan tiga angka Curry masih mencengangkan. Ia mencetak 324 poin. Curry pun bergabung bersama Steve Nash dan Steve Kerr sebagai pemain paling jago lemparan tiga angka.

Dengan adanya Curry di tim Golden State Warriors, mereka mencatat 73 kemenangan. Curry pun mengantarkan Golden State meraih gelar juara NBA pertama mereka.

Di samping itu, ia menjadi satu-satunya pemain dalam sejarah liga NBA dengan rata-rata lebih dari 30 poin per game untuk satu musim saat bermain kurang dari 35 menit per game.

2. Kareem Abdul-Jabbar (1971- 1972)

wikimedia.org

Season Averages: 34.8 points (led the league), 16.6 rebounds, 4.6 assists, 57.4% shooting.

Pada musim NBA tahun 1970 – 1971 adalah musim terbaik Kareem Abdul Jabbar. Ada lompatan prestasi dalam semua kategori statistik utama seperti poin, rebound dan assist dari musim sebelumnya.

Dia tidak hanya memimpin dalam hal mencetak poin per game. Ia juga berada di garis depan dalam kategori seperti PER (Player Efficiency Rating), offensive win shares dan win shares per 48 minutes.

Dan yang membuat posisi Jabbar tinggi dalam daftar ini adalah, catatan win shares per 48 minutes-nya yang merupakan rekor NBA yakni 340. Perhatikan juga, ketika itu, ia bersaing dengan pemain-pemain hebat macam Wilt Chamberlain, Wes Unseld, Nate Thurmond dan Elvin Hayes.

Tahun 1971-1972 adalah ketika Jabbar mencatatkan poin tertinggi dalam poin per game untuk satu musim. Ia kemudian dinobatkan sebagai  pencetak poin terbanyak sepanjang masa liga NBA dengan rata-rata 38.387 poin per game.

1. Michael Jordan: 1987 – 1988

Swish Scope Via Youtube.com

Season Averages: 35.0 points (led the league), 5.5 rebounds, 5.9 assists, 3.2 steals (led the league), 53.5% shooting

Musim 1987-1988 adalah musim NBA yang ke-4 dalam karier Michael Jordan. Musim itu bisa dibilang sebagai musim terhebat oleh pemain manapun dalam sejarah NBA. 

Jordan memimpin statistik NBA dengan jumlah steals dan blok per game. Tapi yang luar biasa adalah, ia dianugerahi gelar MVP NBA dan Defensive Player of the Year (DPOY) sekaligus dalam musim yang sama.

Jordan mencatat PER (Player Efficiency Rating) 31,71. Nilai tersebut adalah yang terbaik sepanjang sejarah NBA. Dia menguasai statistik NBA di sebanyak 18 kategori.

Dia mencetak hampir tiga kali lipat jumlah poin yang dicetak oleh pencetak poin terbanyak kedua di timnya. Di samping itu, poin rata-ratanya hampir 5 poin lebih banyak daripada yang terbaik kedua di NBA.

Itulah 10 pencapaian terbaik MVP sepanjang sejarah NBA.

Mengungkap Jimat-jimat Pemain Bola Dunia
Mengungkap Jimat-jimat Pemain Bola Dunia
Piala Dunia Denmark vs Australia. ©REUTERS Merdeka.com
Siapakah yang Berlari Paling Cepat di Piala Dunia 2018? 
Siapakah yang Berlari Paling Cepat di Piala Dunia 2018? 
Siapakah yang Berlari Paling Cepat di Piala
Prediksi Iran Vs Portugal: Partai Hidup Mati
Prediksi Iran Vs Portugal: Partai Hidup Mati
Prediksi Iran vs Portugal (Liputan6.com/Trie yas) Liputan6.com,
Argentina Tumbang, Dua Pemain Baku Hantam?
Argentina Tumbang, Dua Pemain Baku Hantam?
Argentina Tumbang, Dua Pemain Baku Hantam? –
Must read×

Top