Category Archives: Profil

Susi Pudjiastuti, Menteri Perikanan Dan Kelautan Yang Nyentrik

Susi Pudjiastuti, salah satu menteri dalam Kabinet Kerja Jokowi untuk periode 2014-2019, adalah salah satu menteri yang cukup disorot oleh media massa karena sosoknya yang nyentrik. Dia tidak segan-segan menghisap rokok sambil duduk santai ketika diwawancarai oleh para wartawan, jauh dari kesan menteri yang jaim. Namun siapa sangka, dibalik sosoknya yang nyentrik ini, Susi mempunyai banyak prestasi dan seorang pekerja keras. Ini dia profilnya.

Susi Pudjiastuti, Menteri Perikanan Dan Kelautan Yang Nyentrik

Baca lebih lanjut

Iklan

4 Komentar

Filed under Profil

Sah! Jokowi-JK Presiden Dan Wakil Presiden Indonesia Periode 2014-2019

Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) resmi menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia untuk periode 2014-2019 setelah dilantik oleh MPR pada hari Senin 20 Oktober 2014. Pelantikan Jokowi – JK yang dihadiri berbagai ketua partai politik dan tamu dari luar negeri ini berjalan lancar tanpa ada tanda-tanda penjegalan yang ramai diperbincangkan di media massa selama beberapa hari belakangan ini.

jokowijkpresidenwakilpresiden2014-2019

Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Profil

Malala Yousafzai, 17 Tahun, Gadis Termuda Penerima Nobel Perdamaian

Penghargaan Nobel Perdamaian tahun 2014 yang digelar di ibukota Norwegia, Oslo mencatatkan sejarah baru. Ya, Nobel Perdamaian tahun ini diberikan kepada 2 orang, yaitu Kailash Satyarthi, lelaki berusia 60 tahun dari India dan Malala Yousafzai, gadis berusia 17 tahun dari Pakistan. Malala merupakan penerima Nobel termuda sejak penghargaan yang diambil dari nama Alfred Nobel itu pertama kali diadakan pada tahun 1901.

Malala Yousafzai, 17 Tahun, Gadis Termuda Penerima Nobel Perdamaian

Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Profil

Ini Dia Calon Hakim MK Yang Naik Sepeda Kemana-mana

Kesederhanaan merupakan hal yang cukup langka diantara abdi negara dan masyarakat. Disaat kebanyakan orang berlomba-lomba memperlihatkan kekayaan yang dimilikinya, baik yang merupakan hasil jerih payah sendiri maupun hasil korupsi, ada seorang calon Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) yang memperlihatkan bahwa gaya hidup sederhana juga merupakan suatu pilihan hidup. Muslich Bambang Luqmono adalah nama calon Hakim MK tersebut.

Ini Dia Calon Hakim MK Yang Naik Sepeda Kemana-mana

Baca lebih lanjut

2 Komentar

Filed under Profil

Siapakah Ketua MPR 2014-2019 Zulkifli Hasan?

Zulkifli Hasan baru saja terpilih sebagai Ketua MPR periode 2014-2019 melalui proses voting. Politikus Partai Amanat Nasional ini masuk ke dalam usulan paket B pimpinan MPR dalam Koalisi Merah Putih (KMP). Dalam voting tersebut, paket B mendapatkan suara sebanyak 347 sedangkan paket A yang diusung Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan membawa nama Oesman Sapta Odang sebagai calon Ketua MPR mendapatkan 330 suara. Siapakah Zulkifli Hasan? Inilah biografi Zulkifli Hasan yang dikumpulkan dari berbagai sumber. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Profil

Siapakah Ketua DPR 2014-2019 Setya Novanto?

Politikus Golkar, Setya Novanto baru saja terpilih sebagai Ketua DPR RI untuk periode 2014-2019. Setya didukung oleh fraksi-fraksi yang ada di Koalisi Merah Putih seperti Golkar, Gerindra, PKS, PAN, PPP, dan Demokrat sedangkan partai lainnya seperti PDIP, PKB, Hanura, dan Nasdem memilih untuk walk out pada sidang paripurna tersebut.

Siapakah Ketua DPR 2014-2019 Setya Novanto?

Siapakah Setya Novanto? Berikut profil Setya dari berbagai sumber.

Pengusaha Sukses

Setya yang lahir di Bandung, 12 November 1955 ini sudah menjadi seorang pengusaha yang sukses jauh sebelum ikut dalam politik. Setya memulai bisnisnya dengan berjualan beras dan madu di Surabaya. Saat itu, ia berupaya untuk menjaga kelangsungan hidup di kota orang agar bisa terus kuliah dan menjadi orang sukses seperti yang ia citakan. Tak hanya itu, Setya juga bekerja sebagai sales di sebuah dealer penjualan mobil di tengah kesibukan kuliahnya. Kepiawaiannya dalam memasarkan produk membuat pemilik dealer mempercayainya sebagai Kepala Penjualan Mobil di seluruh wilayah Indonesia Timur.

Setya kembali ke Jakarta untuk kemudian melanjutkan pendidikan di Universitas Trisakti dan mulai berbisnis lagi dengan membuka kios fotokopi di dekat kampusnya. Selama berkuliah di Jakarta, Setya Novanto tinggal menumpang di rumah sahabatnya, Hayono Isman di kawasan elit, Menteng. Dia tak malu membantu pekerjaan di rumah sahabatnya itu dengan mengurus kebun, menyapu, mengepel, hingga mencuci mobil.

Tidak berapa lama, ia diminta untuk mengembangkan bisnis SPBU di daerah Cikokol oleh orangtua temannya. Dia juga mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang peternakan bersama teman-temannya. Mulai dari sana, Setya Novanto mengembangkan juga usaha lain-lain yang berkembang dengan pesat.

Pernah Membuat Buku Tentang Presiden Soeharto

Berhasil menjadi pengusaha sukses membuat ayah dari empat anak ini ingin mencoba terjun pada dunia lain. Akhirnya dunia politik yang ia pilih. Bermula dengan membuat buku tentang mantan presiden Soeharto saat itu, ia bersama teman-temannya menerbitkan buku berjudul “Manajemen Soeharto”. Namun, buku tersebut dilarang beredar pasca bentrokan Mei 1997.

Pilih Partai Golkar Untuk Masuk Ke Dunia Politik

Kesuksesan dalam berbisnis juga membawa kesuksesan di bidang politik. Setya mulai bergabung dengan Organisasi Bahumas Kosgoro dan PPK Kosgoro 1957, menjadi anggota Partai Golkar, aktif di kepengurusan KONI serta organisasi kemasyarakatan lainnya

Dia mulai terpilih sebagai anggota dewan dalam empat periode berturut-turut sejak awal reformasi, tahun 1999.

“Akrab” Dengan KPK

Setya Novanto merupakan salah satu anggota DPR yang sering diperiksa sebagai saksi dalam sejumlah kasus korupsi yang ditangani oleh KPK. Meskipun kerap diperiksa KPK, Setya kembali lolos ke Senayan dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur II. Inilah berbagai kasus yang membuatnya sering dipanggil KPK.

– Kasus PON Riau

Setya beberapa kali diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap Revisi Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Penambahan Biaya Arena Menembak PON Riau. Kasus ini menjerat mantan Gubernur Riau, Rusli Zainal, yang juga politikus Partai Golkar.

KPK juga pernah menggeledah ruangan Setya di lantai 12, Nusantara I DPR, terkait penyidikan kasus yang sama. (Baca: KPK Sita 4 Kardus Barbuk dari Ruang Setya Novanto)

Dugaan keterlibatan Setya dan anggota DPR Kahar Muzakir dalam kasus PON Riau terungkap melalui kesaksian mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Riau, Lukman Abbas, di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Riau.

– Kasus Akil Mochtar

Setya pernah diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap, gratifikasi, dan pencucian uang terkait sengketa pemilihan kepala daerah yang bergulir di Mahkamah Konstitusi. Kasus ini menjerat mantan Ketua MK, Akil Mochtar, yang juga mantan politikus Partai Golkar.

– Kasus E-KTP

Nama Setya juga disebut-sebut terlibat dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan paket penerapan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Kementerian Dalam Negeri. Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin menyebut Setya dan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebagai pengendali proyek e-KTP. Nazaruddin menuding Setya membagi-bagi fee proyek e-KTP ke sejumlah anggota DPR.

Setya juga disebut mengutak-atik perencanaan dan anggaran proyek senilai Rp 5,9 triliun tersebut. Terkait proyek e-KTP, Setya membantah terlibat, apalagi membagi-bagikan fee. Dia mengaku tidak tahu-menahu soal proyek e-KTP.

“Khusus untuk Novanto, ini kan orang kebal hukum. Karena apa? Karena Sinterklas. Dimana-dimana kan (bagi-bagi duit),” ujar Nazaruddin pada waktu itu. Karena itu, Nazaruddin takut, jika Setya tidak turut dijerat juga oleh KPK. “Takutnya nanti kejadian, ada macan di Hambalang. Ada yang nahan-nahan, supaya nggak naik kan. Nah e-KTP ini luar biasa nahannya,” ujarnya.

Punya Harta Tercatat 73 Milliar Per Tahun 2009

Setya Novanto terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 28 Desember 2009. Saat itu, dia berposisi sebagai anggota DPR dari Fraksi Golkar. Dalam laporan itu, Bendum Partai Golkar itu melaporkan bahwa dia memiliki harta total Rp 73, 7 miliar‎. Harta itu terdiri dari harta tak bergerak, harta bergerak dan surat-surat berharga.

Untuk harga tak bergerak, Setya Novanto memiliki harta senilai Rp 49 miliar. Harta tak bergerak itu terdiri dari beberapa tanah dan bangunan yang dimiliki di beberapa daerah.

Ketua DPR terpilih itu diketahui ‎ memiliki delapan bidang tanah di Jakarta Selatan, dua di antaranya diperoleh dari hasil hibah. Selain itu, Novanto juga memiliki tanah yang berada di Jakarta Barat, Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi.

Harta bergerak yang dimiliki Novanto senilai Rp 3 miliar yang terdiri dari alat transportasi, antara lain mobil Toyota Camry, VW Caravelle, Mercedes-Benz dan Jeep Commander‎. Dia juga memiliki logam dan batu mulia senilai Rp 1,3 miliar.

Sebagai politisi sekaligus pengusaha, Setya Novanto juga memiliki surat-surat berharga yang berupa saham. Surat berharga yang dimilikinya senilai Rp 6,5 miliar. Harta lainnya adalah giro setara kas. Nilai Giro yang dia punya‎ adalah Rp 13,8 miliar dan US$ 17.781.

Total harta yang dimilikinya adalah Rp 73,7 miliar dan US$ 17.781. Harta ini meningkat pesat dari total harta yang dilaporkan Setya Novanto pada tahun 2001. Pada Mei 2001, Setya Novanto melaporkan mempunyai harta senilai Rp 34,9 miliar.

Setya Novanto bersama para wakil rakyat lainnya harus segera melaporkan harta kekayaannya ke KPK sebagai kewajiban bagi pejabat penyelenggara negara yang baru menjabat.

Riwayat hidup

Pendidikan:
– SD Negeri 6, Jakarta (1967)
– SMP Negeri 73, Jakarta (1970)
– SMA Negeri 9, Jakarta (1973)
– Fakultas Ekonomi Universitas Widya Mandala, Surabaya
– Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti (Usakti), Jakarta (1983)

Perjalanan karier:
– Pendiri CV Mandar Teguh
– Sales PT Sinar Mas Galaxi
– Kepala Penjualan Mobil Wilayah Indonesia Timur
– Pendiri Pompa Bensin
– Pendiri PT Obor Swastika (Peternakan)
– Direktur Utama PT Era Giat Prima
– Pedagang Beras (1974-1974)
– Direktur PT Dwisetya Indolestari Batam (1987)
– Komisaris Utama PT Nagoya Plaza Hotel Batam (1987)
– Pemilik Tee Box Cafe & Resto Jakarta (1987)
– Komisaris Utama PT Bukit Ganit Mining Mandiri (1990)
– Direktur Umum PT Citra Permatasakti Persada (1991)
– Komisaris PT Multi Dwimakmur (1991)
– Komisaris PT Multi Dwisentosa (1991)
– Komisaris PT Bina Bayangkara (1991)
– Komisaris PT Solusindo Mitrasejati (1992)
– Komisaris Utama PT Orienta Sari Mahkota (1992)
– Managing Director PT Dwimarunda Makmur (1992)
– Direktur PT Menara Wenang Jakarta (1992-2004)
– Chairman Nova Group (1998)
– President Director PT Mulia Intanlestari (1999)

Legislatif:
– Anggota Komisi II dari Fraksi Partai Golkar (1999)
– Anggota DPR dari Partai Golkar (2004-2009)
– Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Golkar
– Anggota DPR dari Partai Golkar (2009-2014)
– Ketua DPR dari Partai Golkar (2014-2019)

Kegiatan lain:
– Ketua Umum Yayasan Bina Generasi Bangsa
– Ketua Umum DPP Badan Musyawarah Pengusaha Swasta (Bamusha) Kosgoro
– Wakil Ketua Yayasan Ki Hajar Dewantara
– Pembina Golf Putra Putri ABRI
– Wakil Ketua KONI
– Bendahara Badan Pengendali Pemenangan Pemilu DPP Golkar
– Sekretaris Koordinator Bidang Pendidikan DPP Partai Golkar
– Ketua DPP GM Kosgoro (1990-1994)
– Tim Pokja Pertanggungjawaban DPP Golkar (1993-1998)
– Bendahara Masyarakat Telekomunikasi Indonesia (1994-1998)
– Wakil Sekjen Forum Pertemuan Asosiasi Pengusaha (1994-1998)
– Anggota Young President Organization (YPO) (1994)
– Anggota Pembina Lapangan Golf di Pulau Batam (1994-1997)
– Ketua Umum Bamuhas Kosgoro (1995-1996)
– Anggota Pembinaan Olahraga Generasi Muda Kosgoro (1995-1996)
– Bendahara Lemkasi (1995-1997)
– Bendahara KONI Pusat (1995-1999)
– Wakil Ketua Umum Ikatan Alumni Trisakti (1996-2000)
– Bendahara Umum SEA Games XXVI (1996)
– Wakil Bendahara PON XIV (1996)
– Bendahara Umum Proyek SEA Games XIV (1997)
– Bendahara Umum Olympic Games XXVI (1998)
– Wakil Bendahara DPP Partai Golkar (1998-2004)
– Tim 13 Munaslub DPP Golkar (1998)
– Wakil Bendahara Partai Golkar (1998-2003)
– Bendahara KONI Pusat (1999-2003)
– Bendahara Tim Olympiade, Atlanta, AS (1999)
– Bendahara Bappilu DPP Partai Golkar (1999)
– Bendahara Umum PPK Kosgoro 1957 (2001)

Publikasi:
– Buku: Manajemen Presiden Soeharto: Penuturan 17 Menteri. Penyusun, bersama Tanri Abeng. Penerbit: Yayasan Bina Generasi Bangsa, Jakarta (1996)

Penghargaan:
– Indonesian Culture Award on ASEAN Program (1993)
– Indonesian Best Dressed Award (1993)
– Asean Entreprenuer Award (1993)
– Indonesian Culture Award on ASEAN Program (1994)
– Indonesian Year Books (1998)

Tinggalkan komentar

Filed under Profil