Persib Bandung Juara Indonesia Super League 2014

Lewat pertandingan yang seru dan mendebarkan, Persib Bandung berhasil mengalahkan Persipura Jayapura dan berhak menjadi juara ISL 2014. Kemenangan Persib ini diperoleh dari adu penalti setelah di waktu normal dan extra time ditahan imbang oleh Persipura dengan skor 2-2. Persipura kalah adu penalti 3-5 dari Persib setelah tendangan Nelson Alom yang ditunjuk sebagai algojo keempat digagalkan oleh kiper Persib, I Made Wirawan dan selanjutnya Ahmad Jufrianto berhasil menyelesaikan tugasnya sebagai penendang penalti kelima dari Persib. Dengan hasil ini Persib berhasil menyudahi puasa gelar setelah 19 tahun.

Persib Bandung Juara Indonesia Super League 2014

Persipura Lebih Diunggulkan

Sebenarnya Persipura lebih diunggulkan dalam pertandingan ini. Selain sudah 4 kali menjuarai Liga Indonesia, Persipura juga unggul jumlah kemenangan dalam pertemuannya dengan Persib. Dari 12 pertemuan mereka, Persipura tercatat 7 kali menang, 4 kali seri dan sekali kalah dari Persib. Persib juga sudah sangat lama tidak pernah juara di Liga Indonesia. Terakhir kali mereka juara adalah di musim 1994/1995 setelah di final mengalahkan Petrokimia Putra Gresik dengan skor 1-0.

Jalannya Pertandingan

Mutiara Hitam yang merupakan juara bertahan mampu unggul lebih dulu berkat gol Ian Louis Kabes saat laga berjalan enam menit. Kabes berhasil menguasai bola umpan terobosan Gerald Pangkali. Tinggal berhadapan dengan kiper I Made Wirawan, Kabes melepaskan tendangan mendatar yang membuat bola bersarang di pojok gawang Persib.

Tertinggal, Persib berusaha meningkatkan intensitas serangannya. Pada menit ke-16, Konate berusaha melepaskan tembakan keras memanfaatkan kemelut di depan kotak penalti lawan. Sayang, bola hasil Konate masih melambung di atas mistar.

Persipura membalas ancaman tersebut melalui tembakan Robertino Pugliara pada menit ke-18. Namun, bola masih bisa ditepis I Made.

Laga kemudian berjalan sengit dan cenderung keras. Pada menit ke-20, Firman Utina harus dilanggar keras Bio di depan kotak penalti Persipura. Bio kemudian diganjar kartu kuning.

Firman yang mengeksekusi tendangan bebas masih gagal memanfaatkannya setelah bola membetur pagar hidup Persipura.

Persib kembali melepaskan ancaman pada menit ke-25. Ferdinand dengan cerdik memberikan bola kepada Tantan yang merangsek ke dalam kotak penalti. Tantan langsung melepaskan tembakan tetapi bola berhasil ditepis kiper Dede Sulaiman.

Setelah itu, Persipura dan Persib bertukar serangan. Persib memiliki kesempatan emas pada menit ke-44. Tantan berhasil masuk ke dalam kotak penalti dan berduel dengan kiper Dede. Namun, tembakan Tantan bisa ditepis Dede. Tantan kemudian melepaskan tembakan keras memanfaatkan bola rebound tersebut tetapi bola melenceng.

Persib unggul jumlah pemain pada masa injury time. Persipura kehilangan Bio setelah pemain asal Kamerun tersebut menerima kartu kuning kedua karena melanggar Ferdinand.

Kesalahan Bio ini harus dibayar mahal karena Persipura kebobolan. Tendangan bebas Firman menghasilkan kemelut yang membuat Emanuel Wanggai mencetak gol bunuh diri. Alhasil, babak pertama berakhir imbang.

Selepas jeda, Persipura  mampu mengendalikan permainan meskipun bermain dengan sepuluh pemain.

Namun, perjuangan Boaz Solossa dengan cepat dibungkam Persib melalui gol M Ridwan pada menit ke-53. Firman dengan cerdik memberikan bola kepada Ridwan yang bergerak bebas di dalam kotak penalti lawan. Ridwan langsung melepaskan tembakan mendatar yang membuat bola bersarang ke pojok gawang. Persib untuk sementara unggul 2-1.

Tertinggal, Mettu Dwaramurry berusaha meningkatkan agresivitas Persipura. Ia memasukkan Pahabol pada menit ke-69. Pergantian yang sangat brilian karena Pahabol menjadi aktor penting di balik gol Boaz pada menit ke-79.

Dari sisi kiri pertahanan Persib, Pahabol berhasil melepaskan umpan kepada Pugliara. Pugliara kemudian meneruskan bola kepada Boaz. Tanpa kawalan, Boaz dengan leluasa menceploskan bola. Gol ini membuat Persipura mampu memaksa Persib memainkan babak tambahan setelah skor 2-2 bertahan hingga waktu normal usai.

Pada menit-menit awal ababk tambahan, Konate memiliki dua peluang emas. Namun, peluang tersebut berhasil digagalkan Dede.

Setelah itu, permainan berjalan dengan tempo lambat karena kedua tim terlihat kelelahan. Pada menit ke-110, Persib harus kehilangan Vujovic. Ia mendapatkan kartu kuning kedua karena menanduk bola yang sudah berada di dalam genggaman Dede. Meski begitu tak ada gol hingga babak tambahan selesai.

Dalam adu penalti, Persib mampu menang 5-3. Konate yang maju sebagai algojo pertama sukses mencetak gol. Boaz dengan tenang membalasnya dengan menaklukkan kiper I Made.

Algojo kedua Persib, Ferdinand, mampu menyarangkan bola ke pojok kanan atas gawang Persipura. Persipura membalasnya melalui tembakan keras Pahabol.

Toni sebagai eksekutor Persib sukses melakukan tugasnya. Pugliara juga berhasil membobol gawang Persib.

Penendang keempat Persib, Supardi, berhasil melepaskan tendangan mendatar yang mengecoh kiper Dede. Namun, kiper I Made Wirawan tampil brilian dengan menepis tembakan Alom.

Achmad Jufriyanto sebagai penendang terakhir mencetak gol sekaligus memastikan Persib juara.

Susunan Pemain

Persib: I Made Wirawan; Supardi, Vladimir Vujovic, Ahmad Jufriyanto, Tony Sucipto; Hariono, Firman Utina, Makan Konate, M. Ridwan, Tantan (Atep 66); Ferdinand Sinaga.

Persipura: Dede Sulaiman; Bio Paulin, Dominggus Fakdawer, Ruben Sanadi; Tinus Pae, Lim Jun-Sik, Gerald Pangkali (Jaelani 60), I. Wanggai (Alom 95), Robertino Pugliara, Ian Louis Kabes (Pahabol 69); Boaz Solossa

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Umum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s